Skip ke Konten
Ilustrasi GPIBT Jemaat Manunggal Buntuna - gedung gereja putih bersama jemaat

GPIBT - Buntuna, Tolitoli

Sejarah Jemaat
Manunggal

Dari persekutuan sederhana di asrama prajurit, tumbuh menjadi keluarga iman. Menelusuri perjalanan Jemaat Manunggal Buntuna sejak masa perintisan hingga peneguhan hari ulang tahunnya.

Foto ilustrasi: Gedung GPIBT Jemaat Manunggal Buntuna dikelilingi jemaat

Gedung gereja dan kebersamaan jemaat — foto ilustrasi (ganti dengan foto-01-gereja-putih.jpg terlampir).

01 / Akar persekutuan

Berakar di Buntuna.
Bertumbuh dalam iman.

Jemaat Manunggal Buntuna merupakan bagian dari Sinode GPIBT, beralamat di Desa Buntuna, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Jemaat ini lahir dari pemekaran Kolom 2 Jemaat GPIBT Tiberias. Kisahnya bertaut dengan kehidupan keluarga prajurit, perpindahan tempat tinggal, serta partisipasi warga jemaat dalam menyediakan tanah gereja.

1984

Awal kehadiran menurut tua-tua jemaat

11 Agustus 1991

Penetapan Jemaat Kategorial Taupa

1996

Ditetapkan sebagai jemaat penuh

02 / Jejak perjalanan

Langkah demi langkah,
menjadi Manunggal.

Lima tonggak waktu yang merangkai perjalanan jemaat. Pilih tahun untuk menuju kisahnya.

1984

Persekutuan mulai berakar

Menurut informasi tua-tua jemaat, kehadiran jemaat bermula pada 1984 dari sejumlah anggota jemaat yang bertugas sebagai prajurit TNI-AD Kompi Senapan C 711/RKS.

Mereka sebelumnya tinggal di Asrama Kompi Senapan C di Desa Kalangkangan, yang dikenal sebagai Asrama Tua. Banjir yang kerap terjadi mendorong pemindahan asrama ke Dusun Taupa, Desa Tambun, wilayah yang dalam dokumen dikaitkan dengan Buntuna.

Tahun perpindahan asrama tidak disebutkan dalam dokumen sumber.

Banjir di Asrama Tua Kalangkangan. Ilustrasi evakuasi — ganti dengan foto-02-banjir-evakuasi.jpg terlampir.

Persekutuan perintisan. Doa melingkar di barak — ganti dengan foto-05-doa-barak.jpg terlampir.

Dasar penetapan jemaat

Surat Keputusan
Badan Pekerja Sinode

Nomor 01/II-A/GPIBT/91-92

11 Agustus 1991

Kolom 2 Jemaat GPIBT Tiberias ditetapkan menjadi
Jemaat Kategorial Taupa.

Ringkasan isi SK menurut dokumen sejarah; bukan reproduksi surat asli.

Mengkaji SK 1991. Momen penemuan kembali dasar HUT — ganti dengan foto-04-dokumen-sk1991.jpg terlampir.

11 Agustus


1991

Menjadi Jemaat Kategorial Taupa

Badan Pekerja Sinode menerbitkan SK Nomor 01/II-A/GPIBT/91-92 tentang penetapan Kolom 2 Jemaat GPIBT Tiberias sebagai Jemaat Kategorial Taupa.

Surat keputusan ini kemudian ditemukan kembali dan dikaji oleh Majelis Jemaat. Tanggal penetapannya dipandang sebagai cikal bakal berdirinya Jemaat Manunggal Buntuna dan menjadi dasar peninjauan hari ulang tahun jemaat.

1992

Tanah gereja dari partisipasi bersama

Pengadaan tanah gereja terwujud melalui partisipasi seluruh prajurit beragama Kristen setelah kembali dari penugasan operasi di Irian Jaya pada 1992, disertai usaha-usaha lain dari warga jemaat.

Partisipasi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan jemaat untuk memiliki tempat bagi kehidupan persekutuannya.

Foto ilustrasi: TNI dan warga bermusyawarah melihat denah gereja di lahan kosong saat senja

Bermusyawarah di lahan. Merancang rumah ibadah bersama — ganti dengan foto-03-musyawarah-lahan.jpg terlampir.

Foto ilustrasi: gedung gereja putih Jemaat Manunggal Buntuna dipadati jemaat

Jemaat yang penuh. Gedung putih dan halaman persekutuan — ganti dengan foto-01-gereja-putih.jpg terlampir.

1996

Nama Manunggal, jemaat yang penuh

Melalui Sidang Tahunan Majelis Sinode di Jemaat Rehobot Paleleh, Jemaat Kategorial Taupa ditetapkan menjadi jemaat penuh.

Dalam rapat sidi-sidi jemaat, nama Jemaat Manunggal kemudian disepakati. Pada saat itu, hari ulang tahun jemaat ditetapkan pada 1 Juni.

Tanggal HUT tersebut kemudian ditinjau kembali melalui keputusan jemaat pada 2022.

2022

20 Maret

Meneguhkan kembali hari ulang tahun

Setelah SK tertanggal 11 Agustus 1991 ditemukan, Majelis Jemaat mengkaji ulang dasar penetapan HUT. SK tersebut dinilai sebagai cikal bakal berdirinya Jemaat Manunggal Buntuna.

Berdasarkan rapat Majelis Jemaat serta rapat sidi-sidi jemaat pada 20 Maret 2022, diputuskan bahwa ulang tahun Jemaat Manunggal Buntuna diperingati setiap 11 Agustus, mengacu pada penetapan sebagai jemaat kategorial.

Foto ilustrasi: syukuran jemaat di halaman gereja GPIBT Manunggal Buntuna

Syukur bersama. Perayaan di halaman gereja — ganti dengan foto-06-syukuran-hut.jpg terlampir.

Hari ulang tahun jemaat

11

Agustus

Berakar pada SK 11 Agustus 1991
Diteguhkan melalui keputusan 20 Maret 2022

03 / Keluarga jemaat

Persekutuan yang terus dirawat.

Dokumen Sejarah Singkat Jemaat Manunggal mencatat 34 kepala keluarga yang tersebar dalam dua kolom pelayanan.

34

Kepala keluarga

2

Kolom pelayanan

Catatan data: dokumen sumber menyebut usia jemaat 34 tahun serta 34 kepala keluarga dalam 2 kolom. Tanggal penyusunan dokumen tidak dicantumkan; angka tersebut disajikan sebagai catatan pada dokumen, bukan pembaruan statistik jemaat saat ini.

Warisan iman, perjalanan bersama

Merawat ingatan.
Melanjutkan pelayanan.

Perjalanan Jemaat Manunggal Buntuna mengingatkan kita pada persekutuan dan partisipasi yang telah menyertai pertumbuhannya.

Tuhan Yesus memberkati.

GPIBT Jemaat Manunggal Buntuna
Desa Buntuna - Kecamatan Baolan - Kabupaten Tolitoli

Sumber narasi: Sejarah Singkat Jemaat Manunggal, dokumen yang disediakan jemaat. Foto-foto ilustrasi pada halaman ini melengkapi tiap tonggak sejarah.